| Dari kanan : Sumarjo (KASDIM), Edy (Kabid. BIN BPAN), Wahyudi (Ketua BPAN), PARNO (PASINTEL), Hendrik (Kabid. Media) |
Kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo
Pimpinan Badan Penelitian Asset Negara DPC Surabaya beserta Pengurus berkunjung ke kantor Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H.
Kunjungan Silaturahmi KODIM 0832 Surabaya Selatan
BPAN DPC Surabaya melakukan kunjungan ke KODIM (Komando Distrik Militer) 0832 Surabaya Selatan. Tujuan kunjungan ini untuk menjalin silaturahmi dan perkenalan anggota BPAN DPC Surabaya.
Pengembalian Hak Kepemilikan tanah oleh Hj. Maria Ulfa
Kamis tanggal 07/04/2016 kemarin, Ibu Hj. Maria Ulfa selaku pemilik tanah melakukan pemasangan papan nama untuk memperjuangkan hak-haknya yang telah direbut oleh beberapa pihak.
BPAN DPC Surabaya mendatangi kelurahan Babatan Surabaya
BPAN Surabaya melakukan sidak dan konfirmasi ke kelurahan babatan surabaya terkait dengan proses penyelesaian kompensasi ganti rugi tanah milik warga yang dialih fungsikan menjadi jalan raya di wilayah kelurahan babatan.
Tuesday, April 26, 2016
Kunjungan Silaturahmi KODIM 0832 Surabaya Selatan
Surabaya - Pada selasa 26/04/2016 BPAN DPC Surabaya melakukan kunjungan ke KODIM (Komando Distrik Militer) 0832 Surabaya Selatan. Tujuan kunjungan ini untuk menjalin silaturahmi dan perkenalan anggota BPAN DPC Surabaya dengan DANDIM yang diwakili oleh KASDIM Mayor ARH. Sumarjo, S.Sos.
Monday, April 18, 2016
Kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo
| Dari Kiri : Drs. EC Wahyudi, SH.Mhum. (Ketua BPAN DPC Sby), H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H. (Wabup Sidoarjo), Eddy Susanto (BIN) |
Sidoarjo - Senin 18/04/2016 Pimpinan Badan Penelitian Asset Negara DPC Surabaya beserta Pengurus berkunjung ke kantor Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H. dalam rangka silaturahmi dan kerjasama guna mendapat kemudahan didalam melaksanakan kegiatan studi kasus di kabupaten Sidoarjo.
Saturday, April 9, 2016
Pengembalian Hak Kepemilikan tanah oleh Hj. Maria Ulfa
| Dari sebelah kanan : Faizal (BPAN SBY Kabid Barang & Jasa), Yunus (BPAN SBY Kabid Pemerintahan & Birokrasi), Ibu Hj. Maria Ulfa (Pemilik Lahan). |
Kegiatan tersebut selesai dengan baik dan tanpa halangan dari pihak lain. Sempat terlihat dari mata ibu maria ulfa yang berkaca-kaca karena terharu dengan upaya teman-teman dari BPAN DPC Surabaya yang dengan seluruh kekuatan dan pikirannya membantu mengembalikan hak-hak kepada yang berhak.
Wednesday, April 6, 2016
Wapres: Saling Menghormati dan Menahan Diri Kunci Perdamaian Laut Cina Selatan
Lintasai.com - Sejarah mengatakan tidak ada kesuksesan ekonomi tanpa stabilitas, dan tidak ada stabilitas tanpa perdamaian. Oleh karena itu, perlunya menjaga perdamaian di kawasan Asia, termasuk Laut Cina Selatan, karena laut ini menyatukan pusat-pusat ekonomi yang paling penting di dunia, yaitu ASEAN, Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Lebih dari 5 triliun US Dolar tiap tahunnya dihasilkan dari transaksi perdagangan di wilayah ini. Namun, Laut Cina Selatan menjadi isu kawasan yang mengemuka akibat pengakuan wilayah yang berlebihan. Hal ini akan menimbulkan konflik terbuka yang akan membuat wilayah ini tidak stabil dan menyebabkan ekonomi terpuruk.
“Indonesia sepenuhnya percaya rasa saling menghormati dan menahan diri adalah kunci untuk usaha kita mempertahankan perdamaian dan keamanan di Laut Cina Selatan. Dalam hal ini, saya ingin menekankan komitmen kita untuk menghasilkan resolusi damai melalui proses politik dan diplomatik. Lebih jauh, saya meminta kepada setiap negara untuk menghormati prinsip undang-undang internasional, termasuk UNCLOS [United Nations Convention on the Law of the Sea] 1982,” tegas Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam sambutannya pada konferensi tahunan Boao Forum for Asia 2016, di Boao, Hainan, Tiongkok, Kamis, (24/3/2016).
Selanjutnya Wapres meminta kepada negara-negara yang mengklaim wilayahnya untuk sama-sama menyelesaikan masalah ini demi kepentingan wilayah, meskipun konflik wilayah bukanlah hal yang mudah.
“Kita harus mentransformasi konflik-konflik yang potensial menjadi peluang kerjasama yang konkret,” ujar Wapres.
Wapres melihat, meskipun tantangan yang dihadapi sangatlah berat, tapi tantangan itu tetap bisa diselesaikan.
“Kita harus duduk bersama dan mengambil langkah yang baru untuk ekonomi kawasan kita,” imbau Wapres.
Boao Forum for Asia, kata Wapres, adalah platform yang ideal untuk melaksanakan inisiatif tersebut. Karena di forum inilah para pemimpin pemerintahan, pejabat senior, dan para eksekutif dari perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia berkumpul.
“Kita harus mampu melihat perbedaan kita dan fokus pada kepentingan yang sama untuk mempertahankan peranan Asia sebagai mesin pertumbuhan global,” pinta Wapres kepada para kepala negara dan pemerintahan yang hadir.
Di akhir sambutannya, Wapres menekankan sekali lagi bahwa isu Laut Cina Selatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
“Jika kita bisa mengaturnya dengan baik, mungkin akan menjadi awal “Keajaiban Ekonomi Asia” yang lain. Jika tidak, akan menjadi tantangan yang serius bagi kesejahteraan bersama di kawasan Asia,” imbau Wapres.
Dalam kesempatan tersebut, atas nama Indonesia, Wapres juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa pengeboman yang terjadi di Brussels, Ibu Kota Belgia, dua hari lalu.
"Izinkan saya untuk memulainya bersama-sama dengan para pembicara sebelumnya, untuk menyampaikan bahwa Indonesia sangat mengutuk keras serangan teroris yang kejam di Brussels, Belgia, dua hari lalu. Kami ingin menyampaikan kepada Pemerintah dan rakyat Belgia duka cinta mendalam dari Pemerintah dan rakyat Indonesia, khususnya kepada keluarga korban yang berduka," tutur Wapres.
Kehadiran Wapres Jusuf Kalla dalam Boao Forum for Asia (BFA) tahun ini adalah yang kedua kalinya setelah sebelumnya ia juga hadir pada tahun 2006, ketika menjabat sebagai Wakil Presiden pada pemerintahan SBY-JK. Tahun ini BFA mengambil tema Asia``s New Future: New Dynamics, New Visions. Wapres menjadi pembicara ke-10 setelah Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung. Hadir mendampingi Wapres pada Boao Forum 2016 Kepala BKPM Franky Sibarani, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, dan Duta Besar RI untuk RRT Soegeng Rahardjo.
Saturday, April 2, 2016
BPAN ALIANSI INDONESIA SOROTI ADANYA INDIKASI PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME DI PEMDES GRINTING SIDOARJO
![]() |
| Drs. EC. Wahyudi, SH. M.Hum. Ketua BPAN DPC Surabaya |
Sidoarjo
- Adanya indikasi praktek Korupsi,
Kolusi dan Nepotisme yang sudah terjadi selama bertahun-tahun di pemdes
Grinting Sidoarjo mendapat perhatian khusus dari Drs. EC. Wahyudi, SH. Mhum.
selaku ketua BPAN (Badan Penelitian Aset Negara) Aliansi Indonesia DPC Surabaya
yang telah bekerja sama dengan KPK, Jaksa Agung, Kejaksaan, Baintelkam Mabes
Polri. Indikasi itu terlihat dari awal proses peralihan hak garap atas tanah
seluas 20Ha milik warga petani desa grinting, karena dalam proses peralihan hak
garap tersebut diduga penuh dengan rekayasa, sehingga kini para petani merasa
telah diperdayai oleh kades Abdul Rochman waktu itu, dan tanpa ada persetujuan
dari para pemilik tanah Abdul Rochman telah menukar guling dengan 4 desa dan
sudah keluar sertifikat hak pakai atas nama Pemdes Magersari, Pemdes Kedung
Turi, Pemdes Sidokumpul dan Pemdes Wedi.
Terhitung
sejak tahun 2003 hingga sekarang pengelolaan tanah tersebut dimonopoli oleh kades
Fadil, H. Suhid, Paiman, Malik Azhari dan kroni-kroninya. Oknum aparat Desa
tersebut sudah terindikasi melanggar UU pasal 29 tahun 2014 tentang desa yang
berbunyi kepala Desa dilarang: a)Merugikan kepentingan umum. b)membuat
keputusan yang menguntungkan diri sendiri. c)menyalahgunakan wewenang,tugas, hak,
dan/atau kewajibannya. d)melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga
dan/atau golongan masyarakat tertentu. e)melakukan tindakan yang meresahkan
sekelompok masyarakat desa. f)melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme, menerima
uang, barang, dan/atau jasa dari pihak lain yang dapat mempengaruhi keputusan
atau tindakan yang akan dilakukannya. Dalam hal ini seharusnya pihak-pihak yang
terkait segera tanggap dengan adanya permasalahan yang menimpa rakyatnya supaya
masyarakat tidak berasumsi telah menjadi korban konspirasi jahat oknum
birokrat".imbuhnya.(Tim)
Wednesday, March 30, 2016
KADES DAN MANTAN CARIK DS GRINTING SIDOARJO EMBAT 20 Ha TANAH MILIK 73 PETANINYA ?
![]() |
| Kantor Kepala Desa Grinting Sidoarjo |
Sidoarjo - Empat perwakilan petani dari Ds. Grinting Kec. Tulangan Sidoarjo beberapa
waktu yang lalu menceritakan kepada awak media mengenai adanya dugaan rekayasa
dan manipulasi data yang telah dilakukan oleh mantan KADES Abdul Rochman periode
th.1990 s/d 2000 yang bertujuan untuk merampas 20 Ha tanah milik 73 petani Ds.
Setempat dan kemudian ditukar guling dengan 4 desa yaitu Ds Magersari 10Ha,
Ds.Kedung turi 6 Ha, Ds. Sidokumpul 2 Ha, Ds Wedi 2 Ha. Dalam ceritanya perwakilan
petani tersebut menambahkan, semua kejadian itu diawali dengan adanya peristiwa
pada th 1994 dimana waktu itu KADES Abdul Rochman pernah memberi perintah
kepada para pamongnya supaya menyampaikan kepada seluruh warga desanya bagi
yang membutuhkan uang supaya datang kerumahnya Abdul Rochman dan setelah warga
mendengar pengumuman tersebut merekapun secara silih berganti mendatangi rumah
kediaman KADES Abdul Rochman tetapi sebelum menerima uang mereka
diwajibkan membubuhkan tanda tangan pada buku yang telah disediakan sebagai
tanda hadir dan saat itu juga telah terjadi kesepakatan jual beli tanah antara
KADES Abdul Rochman dengan 73 petani yang tanpa didasari dengan adanya
perjanjian ataupun pernyataan tertulis dari kedua belah pihak, semuanya
didasari atas kesepakatan secara lisan, dan saat itu warga telah menerima uang
DP dan besar kecilnya uang yang mereka terima sesuai dengan kebutuhan mereka
masing- masing. Namun waktu itu Abdul Rochman mengatakan kalau Ia sudah
punya uang baru akan membayar lunas tanah yang dibelinya dari 73 petani
dan baru melakukan transaksi jual beli tanah secara resmi. Namun ditunggu
hingga beberapa tahun Abdul Rochman tak kunjung membayar hutang kepada 73
petani pemilik 20 Ha tanah tersebut hingga tahun 2000 Abdul Rochman sudah
tidak menjabat lagi sebagai KADES digantikan oleh KADES baru yang terpilih
bernama Kasmain, pada th 2002 mantan KADES Abdul Rochman meninggal, KADES
Kasmain serta cariknya diduga telah menggunakan moment kematian Abdul Rochman
tersebut untuk dapat menguasai tanah yang dulu pernah dibeli Abdul Rochman
(yang belum dilunasi) dari 73 petani, kemudian menyewakan tanah tersebut kepada
Hj. Suhid dan Paiman. Pada th 2008 KADES Kasmain tidak menjabat sebagai KADES
ds Grinting dan digantikan oleh KADES Fadil sampai th 2016 ini, Fadil dan
mantan cariknya diduga juga memakai modus yang sama untuk menguasai tanah
20 Ha itu dan menyewakan kepada Hj. Suhid, Paiman dan kroni-kroninya hingga
kini, “Bayangkan mas kekayaan yang sudah mereka keruk dari hasil penggarapan
tanah seluas 20 Ha yang seharusnya masih menjadi milik kami, mestinya dulu begitu
mantan KADES Abdul Rochman meninggal hak atas kepemilikan tanah itu otomatis
kembali lagi kepada kami 73 petani yang waktu itu hanya dibayar uang
DP'nya. Tapi entah bagaimana cara mereka merekayasa sehingga tanah
tersebut tiba-tiba dikuasai oleh mantan Kasmain dan diteruskan sampai
KADES Fadil sekarang. Bahkan isu yang berkembang tanah 20Ha tanah milik 73
petani tersebut diduga telah ditukar guling dengan 4 desa yaitu ds Magersari 10
Ha, ds Sidokumpul 2 Ha, ds Wedi 2 Ha,ds Kedung Turi 6 Ha dan semuanya telah
disertifikatkan. Permasalahan yang terjadi di desa kami sudah pernah dilaporkan
kepada polisi dan diproses hingga ke pengadilan, bahkan dilakukan sampai 18
kali persidangan. Namun oleh majelis hakim kami dikalahkan dan
salah seorang petani sempat digugat balik oleh mantan carik (M.A). Didalam
proses pengadilan waktu itu kami merasa ada banyak keganjilan, karena seingat
kami waktu itu hakim hanya meminta dan mendengarkan saksi-saksi yang diajukan
oleh mantan carik (M.A) dan tidak mempertimbangkan keterangan yang kami
berikan, maklumlah mas kami tidak punya uang untuk mengkondisikan proses hukum
yang sedang berjalan waktu itu". keluh salah seorang petani.
Dilain tempat ketua BPAN (Badan
Penelitian Asset Negara) Aliansi Indonesia DPC Surabaya Drs.EC Wahyudi .SH.Mhum
menyampaikan bahwa persoalan yang menimpa 73 petani warga ds Grinting tersebut sudah
pernah Ia tangani, namun saat itu ia mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari kepala
desa Grinting Sidoarjo beserta perangkatnya yang telah memprovokasi warga
sehingga warga terprovokasi dan mengarah kepada tindakan anarkisme yang
mengarah kepada dirinya. Padahal waktu itu ada aparat yang berjaga dibalai desa
namun mereka terkesan melakukan pembiaran. Beberapa waktu yang lalu koordinator
dari perwakilan 73 petani mendatangi kantor BPAN DPC Surabaya. Mereka meminta bantuan
secara resmi kepada BPAN (Badan Penelitian Asset Negara) Aliansi Indonesia DPC
Surabaya untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang tengah mereka hadapi. Atas
dasar keluhan 73 petani tersebut BPAN Aliansi Indonesia DPC Surabaya telah mengirimkan
surat kepada Ombudsmen kab Sidoarjo dan assisten 1 Bupati Sidoarjo namun sampai
berita ini diturunkan tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak Ombudsmen dan
Assisten 1bupati Sidoarjo dan mereka terkesan melakukan pembiaran atas kejadian
yang menimpa 73 petani warga Sidoarjo sendiri. Drs.EC Wahyudi SH.Mhum juga
menyampaikan agar semua pihak-pihak yang telah terlibat dalam perampasan hak
petani Grinting sidoarjo beritikad baik mau menyelesaikan secara kekeluargaan,
namun apabila cara tersebut tidak bisa ditempuh BPAN Aliansi Indonesia DPC
Surabaya siap membuka dan membawa kembali permasalahan tersebut keranah hukum
serta mengawal setiap prosesnya hingga kepengadilan, karena keadilan harus
tetap ditegakkan dan jangan sampai bangsa ini dikotori oleh oknum birokrasi
yang serakah". Tegasnya.(Tim)
Ketua Umum DPP Aliansi Indonesia
Kerjasama








