Kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo
Pimpinan Badan Penelitian Asset Negara DPC Surabaya beserta Pengurus berkunjung ke kantor Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H.
Kunjungan Silaturahmi KODIM 0832 Surabaya Selatan
BPAN DPC Surabaya melakukan kunjungan ke KODIM (Komando Distrik Militer) 0832 Surabaya Selatan. Tujuan kunjungan ini untuk menjalin silaturahmi dan perkenalan anggota BPAN DPC Surabaya.
Pengembalian Hak Kepemilikan tanah oleh Hj. Maria Ulfa
Kamis tanggal 07/04/2016 kemarin, Ibu Hj. Maria Ulfa selaku pemilik tanah melakukan pemasangan papan nama untuk memperjuangkan hak-haknya yang telah direbut oleh beberapa pihak.
BPAN DPC Surabaya mendatangi kelurahan Babatan Surabaya
BPAN Surabaya melakukan sidak dan konfirmasi ke kelurahan babatan surabaya terkait dengan proses penyelesaian kompensasi ganti rugi tanah milik warga yang dialih fungsikan menjadi jalan raya di wilayah kelurahan babatan.
Tuesday, May 17, 2016
Saksi Pihak Pemprov Sumsel Kembali Tidak Hadir, Ada Apa?
Sidang gugatan atas tanah yang di atasnya sedang dibangun Masjid Raya
Sriwijaya di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 11 Mei 2016
hanya berlangsung singkat. Hakim memutuskan sidang ditunda karena saksi
dari pihak tergugat (Pemprov Sumsel) tidak hadir di persidangan.
Pengacara dari pihak penggugat, Rustam H. Saleh, SH, usai sidang
menyatakan menyesalkan ketidakhadiran saksi dari pihak tergugat.
Persidangan itu kembali dihadiri oleh pengurus dan anggota Aliansi Indonesia baik tingkat DPP, DPD, DPC maupun DPAC.
Utusan dari DPP Aliansi Indonesia, Muhammad Safei, yang hadir dalam
persidangan tersebut mengatakan bahwa kehadiran Aliansi Indonesia adalah
untuk mengawal persidangan agar berjalan dengan semestinya dan
mengedepankan azas keadilan dan kebenaran.
“Sudah bukan rahasia lagi jika rakyat kecil berperkara dengan pejabat
maka posisi rakyat kecil menjadi lemah. Pengawalan ini bukan untuk
mengintervensi lembaga peradilan karena kami dari lembaga yang tahu dan
taat pada hukum. Dan Pak Musawir sebagai pihak penggugat adalah anggota
kami (Aliansi Indonesia). jadi sudah seharusnya kami membela hak-hak
anggota kami,” ujarnya.
Saat ditanya apakah bentuk dukungan harus ditunjukkan dengan demo,
Safei menegaskan bahwa Aliansi Indonesia tidak mengenal demo. Komitmen
Aliansi Indonesia adalah untuk menegakkan keadilan dan kebenaran dan hal
itu juga harus dilakukan dengan cara-cara yang benar.
“Jika ini mau disebut demo, ya inilah demonya Aliansi Indonesia. Kami
datang berpakaian rapi, santun, tidak ada orasi, tidak ada aksi-aksi
yang mengganggu ketertiban umum, apalagi tindakan anarkhis,” tambahnya.
Sidang dijadwalkan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 18 Mei 2016
dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat.
Sumber : aliansiindonesia.com
Presiden Jokowi: Fokus Pemerintah Adalah Menyelamatkan Aset Negara
Pada awal arahan pembuka ratas ini, Presiden menyampaikan bahwa fokus
pemerintah adalah menyelamatkan aset negara yang telah menghabiskan
triliunan rupiah. Namun, sebelum memutuskan langkah lanjutan dari
pembangunan P3SON, Presiden menekankan harus hati-hati, dengan
mempertimbangkan masukan dari berbagai aspek baik terkait audit dari
sisi hukum, keuangan, serta teknis dan analisis dampak lingkungan
(amdal). “Khususnya secara teknis mengenai stabilitas tanah harus dicek
ulang dan saya sudah memerintahkan Kementerian PUPR untuk melakukan itu.
Saya harap Kementerian PUPR bisa melaporkan untuk pemeriksaan dari sisi
aspek teknisnya,” kata Presiden.
Dari sisi hukum, Presiden tetap ingin mengetahui bagaimana hasil kajian terkait status hukum bangunan P3SON itu saat ini.
Terkait audit keuangan, Presiden meminta agar hasil audit BPK dan
BPKP dipaparkan dalam ratas ini. Tujuannya agar semua jelas dan
transparan. Bahkan dalam rapat tersebut hadir pula Ketua BPK. “BPK dan
BPKP bisa menyampaikan hasil audit yang lalu seperti apa,” ucap
Presiden.
Sementara mengenai audit teknis dan amdal, Presiden ingin mengetahui
hasil kajian geologi dari lokasi bangunan P3SON. Menurut Presiden, audit
ini penting, bukan sekedar keberlangsungan pembangunannya, namun juga
dari sisi keamanan penggunaan bangunannya.
sumber: presidenri.go.id , lintasai.com
Tuesday, April 26, 2016
Kunjungan Silaturahmi KODIM 0832 Surabaya Selatan
Surabaya - Pada selasa 26/04/2016 BPAN DPC Surabaya melakukan kunjungan ke KODIM (Komando Distrik Militer) 0832 Surabaya Selatan. Tujuan kunjungan ini untuk menjalin silaturahmi dan perkenalan anggota BPAN DPC Surabaya dengan DANDIM yang diwakili oleh KASDIM Mayor ARH. Sumarjo, S.Sos.
| Dari kanan : Sumarjo (KASDIM), Edy (Kabid. BIN BPAN), Wahyudi (Ketua BPAN), PARNO (PASINTEL), Hendrik (Kabid. Media) |
Monday, April 18, 2016
Kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo
| Dari Kiri : Drs. EC Wahyudi, SH.Mhum. (Ketua BPAN DPC Sby), H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H. (Wabup Sidoarjo), Eddy Susanto (BIN) |
Sidoarjo - Senin 18/04/2016 Pimpinan Badan Penelitian Asset Negara DPC Surabaya beserta Pengurus berkunjung ke kantor Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H. dalam rangka silaturahmi dan kerjasama guna mendapat kemudahan didalam melaksanakan kegiatan studi kasus di kabupaten Sidoarjo.
Saturday, April 9, 2016
Pengembalian Hak Kepemilikan tanah oleh Hj. Maria Ulfa
| Dari sebelah kanan : Faizal (BPAN SBY Kabid Barang & Jasa), Yunus (BPAN SBY Kabid Pemerintahan & Birokrasi), Ibu Hj. Maria Ulfa (Pemilik Lahan). |
Kegiatan tersebut selesai dengan baik dan tanpa halangan dari pihak lain. Sempat terlihat dari mata ibu maria ulfa yang berkaca-kaca karena terharu dengan upaya teman-teman dari BPAN DPC Surabaya yang dengan seluruh kekuatan dan pikirannya membantu mengembalikan hak-hak kepada yang berhak.
Wednesday, April 6, 2016
Wapres: Saling Menghormati dan Menahan Diri Kunci Perdamaian Laut Cina Selatan
Lintasai.com - Sejarah mengatakan tidak ada kesuksesan ekonomi tanpa stabilitas, dan tidak ada stabilitas tanpa perdamaian. Oleh karena itu, perlunya menjaga perdamaian di kawasan Asia, termasuk Laut Cina Selatan, karena laut ini menyatukan pusat-pusat ekonomi yang paling penting di dunia, yaitu ASEAN, Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Lebih dari 5 triliun US Dolar tiap tahunnya dihasilkan dari transaksi perdagangan di wilayah ini. Namun, Laut Cina Selatan menjadi isu kawasan yang mengemuka akibat pengakuan wilayah yang berlebihan. Hal ini akan menimbulkan konflik terbuka yang akan membuat wilayah ini tidak stabil dan menyebabkan ekonomi terpuruk.
“Indonesia sepenuhnya percaya rasa saling menghormati dan menahan diri adalah kunci untuk usaha kita mempertahankan perdamaian dan keamanan di Laut Cina Selatan. Dalam hal ini, saya ingin menekankan komitmen kita untuk menghasilkan resolusi damai melalui proses politik dan diplomatik. Lebih jauh, saya meminta kepada setiap negara untuk menghormati prinsip undang-undang internasional, termasuk UNCLOS [United Nations Convention on the Law of the Sea] 1982,” tegas Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam sambutannya pada konferensi tahunan Boao Forum for Asia 2016, di Boao, Hainan, Tiongkok, Kamis, (24/3/2016).
Selanjutnya Wapres meminta kepada negara-negara yang mengklaim wilayahnya untuk sama-sama menyelesaikan masalah ini demi kepentingan wilayah, meskipun konflik wilayah bukanlah hal yang mudah.
“Kita harus mentransformasi konflik-konflik yang potensial menjadi peluang kerjasama yang konkret,” ujar Wapres.
Wapres melihat, meskipun tantangan yang dihadapi sangatlah berat, tapi tantangan itu tetap bisa diselesaikan.
“Kita harus duduk bersama dan mengambil langkah yang baru untuk ekonomi kawasan kita,” imbau Wapres.
Boao Forum for Asia, kata Wapres, adalah platform yang ideal untuk melaksanakan inisiatif tersebut. Karena di forum inilah para pemimpin pemerintahan, pejabat senior, dan para eksekutif dari perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia berkumpul.
“Kita harus mampu melihat perbedaan kita dan fokus pada kepentingan yang sama untuk mempertahankan peranan Asia sebagai mesin pertumbuhan global,” pinta Wapres kepada para kepala negara dan pemerintahan yang hadir.
Di akhir sambutannya, Wapres menekankan sekali lagi bahwa isu Laut Cina Selatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
“Jika kita bisa mengaturnya dengan baik, mungkin akan menjadi awal “Keajaiban Ekonomi Asia” yang lain. Jika tidak, akan menjadi tantangan yang serius bagi kesejahteraan bersama di kawasan Asia,” imbau Wapres.
Dalam kesempatan tersebut, atas nama Indonesia, Wapres juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa pengeboman yang terjadi di Brussels, Ibu Kota Belgia, dua hari lalu.
"Izinkan saya untuk memulainya bersama-sama dengan para pembicara sebelumnya, untuk menyampaikan bahwa Indonesia sangat mengutuk keras serangan teroris yang kejam di Brussels, Belgia, dua hari lalu. Kami ingin menyampaikan kepada Pemerintah dan rakyat Belgia duka cinta mendalam dari Pemerintah dan rakyat Indonesia, khususnya kepada keluarga korban yang berduka," tutur Wapres.
Kehadiran Wapres Jusuf Kalla dalam Boao Forum for Asia (BFA) tahun ini adalah yang kedua kalinya setelah sebelumnya ia juga hadir pada tahun 2006, ketika menjabat sebagai Wakil Presiden pada pemerintahan SBY-JK. Tahun ini BFA mengambil tema Asia``s New Future: New Dynamics, New Visions. Wapres menjadi pembicara ke-10 setelah Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung. Hadir mendampingi Wapres pada Boao Forum 2016 Kepala BKPM Franky Sibarani, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, dan Duta Besar RI untuk RRT Soegeng Rahardjo.
Saturday, April 2, 2016
BPAN ALIANSI INDONESIA SOROTI ADANYA INDIKASI PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME DI PEMDES GRINTING SIDOARJO
![]() |
| Drs. EC. Wahyudi, SH. M.Hum. Ketua BPAN DPC Surabaya |
Sidoarjo
- Adanya indikasi praktek Korupsi,
Kolusi dan Nepotisme yang sudah terjadi selama bertahun-tahun di pemdes
Grinting Sidoarjo mendapat perhatian khusus dari Drs. EC. Wahyudi, SH. Mhum.
selaku ketua BPAN (Badan Penelitian Aset Negara) Aliansi Indonesia DPC Surabaya
yang telah bekerja sama dengan KPK, Jaksa Agung, Kejaksaan, Baintelkam Mabes
Polri. Indikasi itu terlihat dari awal proses peralihan hak garap atas tanah
seluas 20Ha milik warga petani desa grinting, karena dalam proses peralihan hak
garap tersebut diduga penuh dengan rekayasa, sehingga kini para petani merasa
telah diperdayai oleh kades Abdul Rochman waktu itu, dan tanpa ada persetujuan
dari para pemilik tanah Abdul Rochman telah menukar guling dengan 4 desa dan
sudah keluar sertifikat hak pakai atas nama Pemdes Magersari, Pemdes Kedung
Turi, Pemdes Sidokumpul dan Pemdes Wedi.
Terhitung
sejak tahun 2003 hingga sekarang pengelolaan tanah tersebut dimonopoli oleh kades
Fadil, H. Suhid, Paiman, Malik Azhari dan kroni-kroninya. Oknum aparat Desa
tersebut sudah terindikasi melanggar UU pasal 29 tahun 2014 tentang desa yang
berbunyi kepala Desa dilarang: a)Merugikan kepentingan umum. b)membuat
keputusan yang menguntungkan diri sendiri. c)menyalahgunakan wewenang,tugas, hak,
dan/atau kewajibannya. d)melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga
dan/atau golongan masyarakat tertentu. e)melakukan tindakan yang meresahkan
sekelompok masyarakat desa. f)melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme, menerima
uang, barang, dan/atau jasa dari pihak lain yang dapat mempengaruhi keputusan
atau tindakan yang akan dilakukannya. Dalam hal ini seharusnya pihak-pihak yang
terkait segera tanggap dengan adanya permasalahan yang menimpa rakyatnya supaya
masyarakat tidak berasumsi telah menjadi korban konspirasi jahat oknum
birokrat".imbuhnya.(Tim)
Ketua Umum DPP Aliansi Indonesia
Kerjasama







